Pengetahuan

Tujuan Pengujian Slump Beton

Tujuan Pengujian Slump Beton

Tujuan Pengujian Slump Beton – Slump beton dapat diartikan sebagai tingkat kekentalan adonan beton yang dapat mempengaruhi permeabilitas, proses pengerjaan,ataupun workabilitas. Ada beberapa hal yang harus diketahui mengenai slump beton, pengujian slump beton, dan nilai.

Pengujian Slump Beton

Slump beton ini merupakan salah satu istilah yang penting pada sebuah konstruksi. Dalam sebuah pembangunan konstruksi penting untuk mengetahui akan kelayakan beton yang akan digunakan. Pada umumnya berbagai orang akan menggunakan suatu alat hammer test untuk membantu menguji kelayakan pada beton yang digunakan dalam pembangunan konstruksi.

Tujuan Pengujian Slump Beton

Dalam menggunakan beton pada konstruksi suatu bangunan juga harus mempunyai beberapa kriteria yang dijadikan persyaratan. Hal tersebut merupakan hal yang penting supaya bangunan yang dibangun mempunyai kekuatan serta daya tahan untuk jangka waktu yang panjang seperti pada pembangunan gedung bertingkat

Tidak hanya itu saja, hal tersebut juga dapat membuat bangunan menjadi tidak mudah roboh yakni salah satunya dengan nilai slump beton. Slump beton ini dapat dikatakan sebagai tingkat kekentalan atau viscocity yang berupa sifat kohesi pada beton yang baru saja dilakukan pembuatan. 

Pada dasarnya besaran tersebut sangat berpengaruh pada mudah atau tidaknya proses pengerjaan yang memiliki kaitan tingkat keenceran atau adukan pada beton. Jika keenceran pada beton semakin encer maka pelaksanaan ketika berada di lapangan dapat dilakukan dengan lebih mudah. 

Besaran nilai slump beton dapat dikatakan sebagai tingkat keenceran adukan dalam proses pengerjaan yang pada umumnya nilai yang dibutuhkan dalam pengerjaan bangunan tersebut berkisar 60 hingga 180 mm.Sama halnya dengan penggunaan beton ready mix yang sering kali dijumpai dan dilakukan uji coba atau slump test sebelum beton tersebut dituangkan pada media pengecoran.

Dengan dilakukannya pengujian slump beton ini bertujuan untuk mengetahui kelecakan atau consistency pada beton segar. Sehingga dengan pemeriksaan slump, maka kita dapat mendapatkan nilai slump yang digunakan sebagai tolak ukur atau standar dalam kelecakan beton segar tersebut.

Pengujian pada slump beton tersebut dapat dilakukan juga jika kombinasi bahan yang digunakan  untuk membentuk beton sudah mencapai sifat plastis yang pada dasarnya tujuan adanya pengujian nilai slump ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kelecekan atau keenceran pada adonan beton yang dibuat tersebut. 

Adapun pengaruh dari kelecekan tersebut memiliki kegunaan untuk menilai workbilitas pada beton. Biasanya untuk kisaran nilai slump yang digunakan yaitu sekitar 8 cm hingga 12 cm yang dimana jika nilai slump berkisar 0 cm maka dipastikan tingkat workbilitas beton tersebut jelek. Biasanya nilai seperti itu dapat diperoleh pada beton non pasir

Pada dasarnya nilai slump pada beton ini dipengaruhi oleh nilai fas yang berbanding lurus hal ini dimaksudkan jika nilai fas kecil maka nilai slump juga menjadi kecil. Namun jika nilai fas menjadi besar, berarti nilai slump memiliki nilai yang semakin besar pula.

Tujuan Pengujian Slump Beton

Dalam melakukan pengujian pada nilai slump dengan memanfaatkan kerucut abrams ini merupakan pengetesan tertua di Indonesia yang dimana penggunaan cara tersebut didasarkan dengan standar ASTM C-143. Ada beberapa alat yang dibutuhkan pada saat proses pengujian yaitu diantaranya :

  1. Menggunakan corong baja dengan ukuran diameter berkisar 20 cm pada bagian bawah. Sedangkan pada bagian atas berkisar 10 cm dengan tinggi yang mencapai 30 cm. Sedangkan kedua sisinya pada sorong tersebut saling berhadapan dan memiliki pegangan yang dimana berguna untuk pegangan tangan dalam menaikkan konus.
  2. Terdapat tongkat dengan diameter 16 mm serta memiliki panjang yang mencapai 60 cm dan terbuat dari bahan baja. Tongkat tersebut memiliki ujung yang berbentuk hemispherical yang berguna untuk memadatkan adonan beton yang sudah diisikan ke bagian kerucut abrams.

Maksud dari dilakukannya pengujian slump ini ternyata untuk mengetahui berapa ukuran tinggi turunan adonan beton setelah dilakukan pengangkatan wadah. Untuk adukan beton yang dapat dikerjakan biasanya akan dituangkan pada cetakan dan dilakukan pemadatan. 

Pada pemadatan yang dilakukan tanpa menggunakan alat getar biasanya akan mencapai nilai slump 7 hingga mencapai 12 cm. Lalu pada nilai slump pemadatan beton akan berkisar 12,5 cm lebih. Perlu diketahui bahwa sebenarnya penggunaan alat getar perlu dihindari supaya tidak terjadi segregasi agregrat dan juga bleeding yang jika hal tersebut dilakukan dapat memberikan hasil adonan beton dengan ketangguhan dan daya tahan yang lebih lama.

Postingan Terakhir

Jenis Penyu yang Harus Kita Ketahui

yohanes

Ternyata Permen Karet Bermanfaat Untuk Otak

yohanes

Bahaya Micin Atau MSG Untuk Tubuh Kita

yohanes

Leave a Comment