Industri

3 Contoh Pengujian NDT Pada Material Industri

Contoh Pengujian NDT

3 Contoh Pengujian NDT Pada Material Industri – Non Destructive Test (NDT) atau Non Destructive Evaluation (NDE) adalah metode pengujian suatu material untuk menilai karakteristik komponen tanpa mengubah atau menghancurkan struktur material yang diuji.

NDT penting dalam pengujian material industri karena dapat memberikan informasi mengenai karakteristik dan juga kondisi material pada saat sebelum dan sesudah melewati proses produksi, sehingga bisa langsung terdeteksi jika terjadi kegagalan ataupun cacat.

Pengujian NDT tentunya sangat bertolak belakang dengan pengujian Destruktif karena sifatnya yang merusak sehingga material yang diuji tidak dapat digunakan kembali. Selain itu, pengujian destructive tentu saja memakan biaya yang lebih mahal dibandingkan pengujian Non Destructive.

Metode NDT digunakan untuk berbagai bidang industri seperti otomotif, konturksi, penerbangan, dan manufaktur lainnya. Contoh aplikasi NDT yang paling sering adalah untuk menguji cacat pada sambungan lasan material di pabrik secara berkala. Selain itu, NDT juga sering digunakan untuk mendeteksi retak pada lapisan pesawat, cacat pada bagian permukaan pipa, dan lainnya.

NDT juga menjadi alat yang berharga di bidang penelitian dan pengembangan di mana data yang cepat dan andal dapat memberikan informasi penting tentang material yang digunakan. Beberapa metode NDT yang cukup sering digunakan yaitu Ultrasonics, Eddy Current, Rebound, dan Ultrasonic Contact Impedance. Hardness test atau pengujian kekerasan dengan indentasi berlian atau indentor, juga dianggap sebagai bentuk NDT, karena dianggap tidak merusak permukaan material yang diuji.

Gaya penekanan yang diterapkan dalam uji kekerasan dapat menghasilkan nilai pengukuran kekerasan. Pengujian microhardness adalah contoh terbaik dari salah satu uji kekerasan yang tidak merusak (Non Destructive Test).

Berikut ini akan dijelaskan secara detail masing-masing jenis pengujian Non Destructive Test :

1. Ultrasonic Testing (UT)

Ultrasonic Testing menggunakan energi suara frekuensi tinggi untuk mengevaluasi berbagai jenis material untuk memberikan informasi penting seputar material yang diuji. Pengujian Ini biasanya digunakan untuk mendeteksi cacat, pengukuran dimensi dan ketebalan permukaan. Sistem tipikal akan mencakup pulser / receiver, transduser, dan perangkat display. Pulser menghasilkan pulsa listrik tegangan tinggi ke whisper transduser kemudian menghasilkan energi ultrasonik.

Energi mengalir melalui benda uji dalam bentuk gelombang. Nantinya gelombang ultrasonic akan merambat ke setiap struktur material, ketika terjadi perbedaan gelombang maka akan terdeteksi adanya cacat pada material yang diuji. Ultrasonic Testing biasanya digunakan untuk menguji material berupa baja, beton, kayu, dan komposit. Salah satu alat yang paling sering digunakan dalam pengujian ini adalah ultrasonic flaw detector.

2. Eddy Current Testing

Metode Eddy Current Testing menggunakan prinsip “elektromagnetisme” sebagai dasar untuk melakukan pemeriksaan. Dalam pengujian arus eddy, material yang akan diuji dimasukan arus listrik. Perubahan arus berdasarkan materi memberikan informasi mengenai kerusakan pada material seperti cacat dan retak permukaan. Eddy current testing juga dapat digunakan untuk menentukan kekerasan material serta menentukan ketebalan material.

3. Hardness Testing

Uji kekerasan atau hardness testing merupakan metode yang digunakan untuk menentukan tingkat kekerasan pada material yang digunakan dalam proses industry. Hal ini dikarenakan ketika material memasuki proses industri maka akan menerima banyak gaya tekanan, gesekan dan lainnya sehingga berpengaruh terhadap kekerasannya.

Pengujian kekerasan menggunakan alat yang disebut hardness tester. Untuk uji kekerasan di laboratorium menggunakan jenis Bench Hardness Tester, sedangkan pengujian di lapangan menggunakan portable hardness tester.

Postingan Terakhir

Wajib Diketahui Inilah 10 Penyebab Beton Cor Retak

yohanes

Leave a Comment