Pengetahuan Pertanian

Pengertian dan Karakteristik Tanah Andosol

pengertian tanah andosol

Pengertian dan Karakteristik Tanah Andosol – Tanah Andosol merupakan tanah yang berwarna hitam atau coklat tua, struktur remah, kadar bahan organik tinggi, apabila dipirid terasa licin (smeary). Tanah bagian bawah yaitu berwarna coklat hingga coklat kekuningan, tekstur sedang, porous, pemadatan lemah, akumulasi liat sering ditemukan pada lapisan bawah. Tanah andosol banyak dijumpai pada daerah yang beriklim tropika basah dengan curah hujan antara 2.500 hingga 7.000 mm per tahun.

1. Karakteristik Berdasarkan Morfologi

Tanah Andosol dapat terlihat dan dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti susunan horizon, dan bentuk struktur serta tekstur. Tanah andosol memiliki susunan horizon A-Bw-C dan pada beberapa tempat horizon AC. Untuk horizon permukaan berjenis melanik, molik, fulvik dan umbrik yang mana harus memiliki kandungan organik sebesar 6 persen dalam lapisan paling atas dengan ketebalan 30 cm.

Secara umum tanah andosol yang ada di Indonesia ini mempunyai susunan horizon A-Bw-C. Pada beberapa tempat lainnya terdapat horizon AC sebagai horizon timbunan dan beberapa horizon timbunan lainnya seperti A-Bw-C 2A-2Bw-2C yang terbentuk akibat dari erupsi gunung berapi yang terjadi secara berulang ulang.

Untuk warna, tanah andosol memiliki warna gelap kecoklatan terutama pada horizon humus dengan struktur remah, terlihat lebih gembur, kadar bahan organik tinggi, terasa licin saat berada ditangan. Tanah andosol di berbagai tempat mempunyai kadar bahan organik yang berbeda-beda dan berkisar antara 3% hingga 22% tergantung dari warna dan massa jenisnya.

Mengenai tekstur tanah andosol mulai dari lempung berpasir hingga liat berpasir tergantung dari ukuran partikel saat terjadi erupsi dan selama proses pelapukan. Sayang, jenis tanah ini bukan termasuk jenis tanah yang baik untuk tanaman kelapa sawit.

2. Karakteristik Berdasarkan Mineralogi

Setiap tanah pasti tersusun dari mineral, termasuk tanah andosol yang berperan sangat penting dalam menentukan sifat kimiawi dan fisika tanah. Dengan melihat komposisi mineral yang terkandung dalam tanah, maka dapat juga menentukan proses pelapukan seperti apa yang telah terjadi. Mineral tanah dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu mineral primer dan sekunder.

Mineral primer atau sering disebut dengan fraksi pasir merupakan mineral utama dengan susunan yang sangat tergantung dari material erupsi gunung berapi, yaitu berupa pasir dan abu yang mengalami pelapukan bersama bahan piroklastik.

Namun masih mempunyai sifat fisik maupun kimia yang sama dengan bahan awalnya. Sementara tersebut untuk mineral sekunder ini tidak jarang disebut pun dengan fraksi liat yang memiliki ukuran paling kecil, yakni dibawah 2 mikrometer dan terbentuk dari proses kimiawi dari mineral primer.

3. Karakteristik Berdasarkan Sifat Kimia

Tanah andosol berasal dari material gunung berapi yang mengalami pelapukan yang melibatkan proses kimiawi di dalamnya. Berdasarkan dari sifat kimia, maka bahan organik tanah bersama unsur yang ada di dalam tanah seperti Al, Fe dan silika aktif merupakan unsur yang paling dominan dalam mengatur reaksi kimia pada tanah andosol.

Baca Juga – Perbedaan Limbah Organik dan Anorganik

Tanah andosol di Indonesia mempunyai kandungan unsur Al yang sangat dominan apabila dibandingkan dengan unsur besi dan silika aktif. Penyebab tingginya kadar aluminium ini dikarenakan berasal dari batuan induk yang bersifat asam (liparit), sedangkan apabila berasal dari batuan induk basa maka kadar Al akan rendah. Hal ini menjadi penyebab kenapa tanah andosol sangat resisten terhadap unsur fosfor, terutama pada tanah andosol dengan kadar Al yang tinggi.

4. Karakteristik Berdasarkan Sifat Fisika

Secara garis besar tanah andosol memiliki sifat fisika seperti memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada tanah lain, memiliki kadar air yang lebih tinggi, memiliki batas mencair tinggi dan indeks plastisitas rendah. Tanah andosol akan mengalami perubahan yang sifatnya tidak akan kembali ke bentuk semula apabila dikeringkan.

Rendahnya massa jenis pada tanah andosol disebabkan oleh kandungan alofan yaitu mineral yang mempunyai sifat bentuk non kristalin. Selain itu penyebab lainnya yaitu kandungan organik yang mempunyai bentuk berongga. Struktur fisika tanah andosol terdiri dari dua kategori yaitu makrostruktur dan mikrostruktur, di mana makrostruktur terdapat di horizon A dengan bentuk granular sehingga sangat tahan terhadap daya rusak air hujan.

Postingan Terakhir

Jenis-jenis Angin dan Pengertiannya

yohanes

Cara Merawat Akuarium Air Laut

yohanes

Sistem Air Bersih Ibu Kota Baru

yohanes

Leave a Comment