Pengetahuan

Jenis Penyu yang Harus Kita Ketahui

Jenis-jenis Penyu

Jenis Penyu yang Harus Kita Ketahui – Penyu merupakan hewan yang mempunyai tempurung seperti kura-kura yang bisa kita temukan diseluruh samudra yang ada di dunia. Menurut para ahli, penyu sudah ada dari zaman jura atau sekitar 145-208 juta tahun lalu atau bisa disebut zaman dinosaurus.

Pada zaman tersebut terdapat penyu yang berukuran sangat besar mencapai ukuran 6 meter yang disebut dengan penyu Archelon. Pada saat sekarang di dunia ini terdapat tujuh jenis penyu dan ternyata enam dari tujuh penyu tersebut dapatĀ  kita temui di Indonesia. Berikut nama dan juga penjelasannya.

1. Penyu Belimbing

Penyu Belimbing

Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) adalah jenis penyu ini bertubuh besar dengan panjang tubuhnya bisa mencapai 180 cm dan beratnya sekitar 500 kg. Penyu belimbing mempunyai warna hitam dengan bintik putih di sekujur tubuhnya. Sesuai dengan namanya, penyu ini memiliki cangkang seperti belimbing.

Penyu belimbing banyak hidup di Maluku dan Irian Jaya serta Kepulauan Solomon. Penyu belimbing ini suka makan ubur-ubur, cumi-cumi, dan juga tunicates (invertebrata seperti ubur-ubur laut). Menurut data dari WWF, saat ini hanya tersisa 2.300 ekor penyu belimbing betina. Jumlah itu akan terus berkurang, apabila masyarakat terus memburu hewan ini.

2. Penyu Hijau

Penyu Hijau

Penyu Hijau (Chelonia mydas) termasuk penyu yang sering ditemui. Ukuran tubuhnya bervariasi, mulai dari 80 hingga 150 cm dengan berat bisa mencapai 132 kg. Meskipun namanya penyu hijau, akan tetapi warna aslinya adalah kuning kehijauan atau coklat hitam gelap. Apabila dilihat dari atas, cangkangnya berbentuk oval, mirip sekali seperti bentuk telur.

Saat masih bayi atau tukik, penyu ini termasuk dalam omnivora yang memakan hewan lain, seperti ubur-ubur. Penyu hijau memakan ubur-ubur untuk membantu pertumbuhan tubuhnya. Setelah penyu hijau dewasa berubah menjadi herbivora, jadi hanya makan tumbuhan, seperti alga. Penyu hijau dapat ditemukan di Afrika, India, Asia Tenggara, Mediterania, hingga Pesisir Inggris.

Menurut data dari WWF, setiap tahunnya ada sekitar 100.000 ekor penyu hijau yang ditangkap dan diawetkan untuk dijadikan cinderamata.

3. Penyu Sisik

Penyu Sisik

Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dapat mencapai ukuran 100 cm dengan berat 127 kg. Yang paling menonjol dari penyu sisik ini adalah cangkangnya yang terlihat seperti susunan sisik (skat) dan mulutnya yang runcing. Mulut runcing ini dapat digunakan untuk menjangkau makanan yang berada di sela-sela karang.

Penyu sisik merupakan omnivora, tetapi makanan utamanya adalah spons laut dan hewan lain yang menjadi makanan penyu sisik yaitu alga, cnidaria, ctenophora, dan ubur-ubur. Penyu sisik dapat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Riau, Bangka Belitung, Kalimantan, Kepulauan Seribu, dan pulau-pulau di bagian Timur Indonesia.

4. Penyu Pipih

Penyu Pipih

Sesuai dengan namanya, penyu pipih (Natator depressus) memiliki tempurung yang lebih rendah dari pada penyu jenis lain. Tempurung penyu pipih juga lebih lembut dibanding dengan penyu yang lainnya. Penyu pipih dapat ditemui di Indonesia, Australia, dan Papua Nugini. Namun, sarang mereka hanya dapat ditemukan di Australia. Makanan penyu pipih adalah lamun, udang, dan ikan. Selain itu, penyu ini juga memakan koral, teripang, dan makhluk lain yang bertubuh lunak.

Sayangnya, sekarang tempat tinggal penyu pipih ini banyak yang rusak karena pembangunan industri. Apabila dibiarkan, lama-kelamaan tempat tinggal mereka bisa hilang dan hal itu akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka nanti.

5. Penyu Lekang

Penyu Lekang

Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) atau sering dikenal dengan nama olive ridley sea turtle atau penyu belimbing pasifik. Tubuhnya bisa tumbuh antara 60-70 cm dan beratnya bisa mencapai 50 kg. Sekilas, penyu ini mirip dengan penyu hijau, hanya saja bentuk kepalanya yang lebih besar dan penyu ini termasuk hewan herbivora.

Penyu ini biasanya memangsa invertebrata, ubur-ubur, urochordata, bivalvia (kerang-kerangan), landak laut, keong, udang, kepiting, udang batu, dan cacing sipunculid. Penyu ini dapat ditemukan di perairan hangat, seperti Bali, India, dan Meksiko.

6. Penyu Tempayan

Penyu Tempayan

Penyu Tempayan (Caretta caretta) merupakan penyu yang terbesar kedua, setelah penyu belimbing. Ukuran tubuhnya dapat lebih dari 90 cm dan beratnya 70 hingga 200 kg. Kulit penyu tempayang berwarna kuning kecoklatan, sedangkan tempurungnya berwarna merah kecoklatan. Penyu ini memiliki kepala yang kuat, jika dibandingkan dengan penyu jenis lainnya.

Penyu tempayan termasuk omnivora, mereka biasa memakan keong, kerang-kerangan, udang, kepiting, sponges, coral, cacing polychaete, teripang, hingga bintang laut. Penyu ini bisa ditemukan di semua benua. Dan di Indonesia, penyu tempayan hanya dapat ditemukan di perairan. Sampai saat ini, penyu tempayan belum pernah bertelur di pantai yang ada di Indonesia.

7. Penyu Kemp’s Ridley

Penyu Kemp's Ridley

Penyu kemp’s ridley (Lepidochelys kempii) dapat tumbuh hingga 90 cm dengan berat 45 kg. tempurungnya berbentuk oval dan berwarna kuning keabu-abuan. Makanan penyu ini adalah moluska, crustacea, ubur-ubur, ikan, alga, dan rumput laut. Penyu kemp’s ridley hanya dapat ditemukan di Perairan Atlanta.

Jumlah penyu kemp’s ridley saat ini tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, menurut nationalgeographic(dot)com, penyu ini masuk ke dalam hewan yang terancam punah. Pencemaran minyak yang terjadi di laut lepas menjadi salah satu penyebab kepunahan penyu kemp’s ridley di bumi.

Postingan Terakhir

Manfaat Lemak Nabati Bagi Tubuh

yohanes

Bahaya Micin Atau MSG Untuk Tubuh Kita

yohanes

Perbedaan Limbah Organik dan Anorganik

yohanes

Leave a Comment