Lingkungan Pengetahuan

Jenis-jenis Angin dan Pengertiannya

jenis angin

Jenis-jenis Angin dan Pengertiannya – Pengertian angin secara alami yaitu gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat yang lainnya.

Angin juga dapat diartikan sebagai aliran udara yang jumlahnya besar yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan karena adanya perbedaan tekanan udara yang ada di sekitarnya. Angin mempunyai sifat bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan udara yang lebih rendah rendah.

Angin ternyata tidak hanya satu jenis saja, melainkan terdiri dari beberapa jenis. Berikut adalah beberapa jenis angin tersebut :

1. Angin tetap

Angin tetap merupakan angin yang mempunyai arah hembusan yang tetap sepanjang tahunnya. Angin tetap ini dibagi menjadi dua macam, yaitu angin pasat dan angin anti pasat. Angin pasat yaitu angin yang bertiup dari daerah subtropik menuju ke equator (khatulistiwa). Sedangkan untuk angin anti pasat yaitu angin yang bertiup dari daerah equator menuju ke daerah subtropis.

2. Angin Muson atau Angin Musim

Angin muson merupakan angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan periode lainnya mempunyai pola yang berlawanan dan berganti-ganti arah secara berlawanan setiap setengah tahunnya. Pada setengah tahun pertama biasanya akan bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya akan bertiup angin laut yang bersifat basah. Terjadinya angin muson ini dapat dijelaskan secara ilmiah.

Saat bulan Oktober sampai April, matahari berada di belahan bumi bagian selatan, sehingga benua Australia akan lebih banyak disinari oleh matahari atau mendapatkan panas yang lebih daripada benua Asia. Hal ini mengakibatkan benua Australia terdapat pusat tekanan udara yang rendah atau depresi, sementara itu di Asia terdapat pusat tekanan udara tinggi atau kompresi.

Keadaan seperti ini akan mengakibatkan arus angin bertiup dari benua Asia menuju ke Australia. Di Indonesia sendiri, angin ini merupakan angin timur laut yang berada di belahan bumi utara dan angin barat di belahan bumi selatan. Karena angin ini melewati samudera Pasifik dan samudera Hindia, maka angin ini akan membawa banyak uap air, sehingga di Indonesia terjadi musim hujan.

Sedangkan pada bulan April sampai Oktober, matahari akan berada di belahan bumi bagian utara, sehingga pada benua Asia akan mendapatkan panas yang lebih daripada benua Australia.

Hal ini menyebabkan benua Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara yang rendah, sedangkan benua Australia akan terdapat tekanan-tekanan udara yang tinggi dan akan menyebabkan angin bertiup dari Australia ke Asia.

Di Indonesia angin ini disebut dengan angin musim timur di belahan bumi selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi utara. Karena angin yang bertiup ini tidak melewati samudera, maka angin ini tidak banyak mengandung uap air, sehingga saat angin ini bertiup, Iklim di Indonesia menjadi musim kemarau.

Dari penjelasan diatas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa angin muson dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  • Angin muson barat atau angin musim barat, yaitu angin yang berhembus dari Asia ke Australia serta membawa curah hujan yang menjadikan di Indonesia terjadi musim penghujan. Angin muson barat bertiup pada bulan Oktober hingga bulan April.
  • Angin muson timur atau angin musim timur, yaitu angin yang bertiup dari Australia ke Asia dan tidak membawa curah hujan sehingga iklim di Indonesia terjadi musim kemarau. Angin ini bertiup pada bulan April hingga bulan Oktober.

3. Angin Darat

Angin darat adalah angin yang bertiup dari daratan menuju ke lautan. Angin ini biasanya bertiup saat malam hari yaitu pada pukul 20.00 sampai pukul 16.00. Angin darat seringkali dimanfaatkan oleh para nelayan tradisional untuk berangkat melaut.

4. Angin Laut

Angin laut merupakan angin yang bertiup dari lautan menuju ke daratan. Angin laut umumnya bertiup saat siang hari, yaitu mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00. Angin ini biasanya dimanfaatkan nelayan tradisional untuk pulang menuju daratan sehabis melaut.

5. Angin Lembah

Angin ini merupakan angin yang bertiup dari lembah menuju ke puncak gunung. Angin lembah biasa terjadi pada waktu siang hari.

6. Angin Gunung

Angin gunung adalah kebalikan dari angin lembah, yaitu angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah yang biasa terjadi saat malam hari.

7. Angin Fohn atau Angin Jatuh

Angin ini merupakan sebuah angin yang terjadi sesuai dengan jenis-jenis hujan seperti hujan orografis. Angin fohn bertiup pada suatu wilayah tertentu dengan temperatur serta kelengasan yang berbeda pula. Angin fohn atau angin jatuh terjadi karena adanya gerakan massa udara yang naik ke pegunungan. Tingginya lebih dari 200 meter dan naik pada satu sisi kemudian turun kembali ke sisi yang lainnya. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, hal ini dikarenakan uap air tersebut sudah dibuang pada saat hujan orografis.

Postingan Terakhir

Pengertian dan Karakteristik Tanah Andosol

yohanes

Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan

yohanes

Perbedaan Limbah Organik dan Anorganik

yohanes

Leave a Comment