Pertanian

Cara Praktis Budidaya Kedelai Hitam

cara budidaya kedelai hitam

Cara Praktis Budidaya Kedelai Hitam – Kedelai hitam hitam merupakan tanaman sejenis kacang-kacangan yang masih satu kerabat dengan tanaman kedelai hitam. Struktur fisik serta cara perlakuannya juga sama dengan kedelai hitam biasa.

Hanya saja untuk kedelai hitam pada umumnya hanya digunakan sebagai bahan baku kecap. Meski begitu, nilai jual kedelai hitam yang berkualitas juga cukup tinggi bahkan sampai di atas tanaman kedelai hitam biasa.

Sebenarnya untuk perawatan dan penanganan sejak sebelum tanam sampai masa panen yang tepat akan membuat hasil panen menjadi maksimal dan berkualitas. Sistem pengaliran air dan sistem drainase yang baik juga akan mampu mendukung dalam proses pembesaran tanaman kedelai hitam.

Melihat belum banyaknya petani kedelai yang membudidayakan kedelai hitam, maka peluang menjadikannya usaha sampingan adalah pilihan yang tidak salah. Apabila Anda ingin memulai usaha dibidang pertanian dengan budidaya kedelai hitam, berikut adalah panduan lengkapnya :

1. Pengolahan Tanah

Pertama-tama singkirkan gulma dan rumput liar yang tumbuh di lahan tanam. Taburkan pupuk kandang atau kompos 1 kwintal/hektar, diamkan selama satu minggu. Selanjutnya tanah digaru, dibajak, dan diratakan (bisa menggunakan mesin atau manual).

Buatlah saluran drainase dengan jarak sekitar 3 sampai 4 meter yang berfungsi untuk mencegah genangan air yang berlebihan pada lahan tanam. Genangan air dapat menyebabkan tanaman membusuk dan mati. Setelah itu diamkan tanah selama tiga minggu, kemudian baru bisa ditanami kedelai hitam.

2. Penanaman

Pilihlah benih kedelai hitam dengan mutu unggul, selanjutnya rendam benih dalam air selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium) apabila akan ditanam pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai hitam sebelumnya. Selanjutnya atur jarak tanam antar lubang tanam berukuran 25 x 25 cm, lubang tanam dibuat sedalam 5 cm.

Masukkan sebanyak 2 sampai 3 biji per lubang tanam. Tutup lubang dengan tanah yang gembur, jangan dipadatkan agar kecambah dapat menembus tutupan tanah. Waktu tanam sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

3. Perawatan

Lakukan penyulaman pada benih yang tidak muncul tunas pada umur 5 sampai 6 hari. Sebaiknya penyulaman dilakukan saat sinar matahari tidak terlalu terik seperti waktu sore hari. Selanjutnya lakukan penyiangan pada umur sekitar 2-3 minggu dan saat tanaman selesai berbunga, sekitar 6 minggu setelah tanam. Peninggian bedengan juga harus dilakukan supaya sistem perakaran tumbuh baik dan dapat menyerap nutrisi dari pemupukan secara maksimal.

Pemupukan dilakukan saat tanaman sudah berusia 2 minggu setelah tanam dengan dosis Urea:SP-36:KCl = 50:40:20, kemudian pemupukan lanjutan saat umur 6 minggu setelah masa tanam dengan dosis Urea:SP-36:KCl = 30:20:40. Lakukan pengairan mulai dari benih ditanam sampai pada tahap pengisian polong. Berikan pengairan secukupnya saja, jangan terlalu becek apalagi menggenang.

Jangan melakukan pengairan pada saat menjelang masa panen, biarkan tanah dalam keadaan kering. Terus pantau tanaman dan jaga agar tanaman terhindar dari hama dan juga penyakit. Apabila sudah terlanjur terserang hama penyakit, berikan pestisida dan obat sesuai aturan dan dosis yang tepat.

4. Pemanenan

Pemanenan kedelai ini sudah bisa dilakukan setelah daun tanaman terlihat sudah menguning dan gugur, buah menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak/polong sudah terlihat tua dengan batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.

Kedelai hitam konsumsi bisa dipanen setelah 75-100 hari dan kedelai hitam benih dibiarkan sampai umur 100-110 hari. Potong tangkainya lalu jemur sampai kering, polong akan merekah sendiri, selanjutnya simpan biji kedelai hitam yang sudah kering dan letakkan di tempat yang kering.

Postingan Terakhir

Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan Tubuh

yohanes

Pengertian dan Karakteristik Tanah Andosol

yohanes

Berbagai Cara Pemupukan Tanaman Budidaya

yohanes

Leave a Comment