Pertanian

Berbagai Cara Pemupukan Tanaman Budidaya

Cara Pemupukan Tanaman

Berbagai Cara Pemupukan Tanaman Budidaya – Pupuk merupakan sumber nutrisi bagi tanaman untuk mencukupi kebutuhannya. Tanaman yang mendapatkan nutrisi yang cukup akan tumbuh dengan baik serta memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Terdapat dua jenis pupuk menurut asal usulnya yaitu pupuk alami dan pupuk buatan. Contoh dari pupuk alami adalah pupuk kandang dan pupuk kompos, sedangkan untuk pupuk buatan contohnya antara lain urea, KCl, TSP, ZA, dan lainnya.

Proses pemberian pupuk pada tanaman sudah ada caranya sendiri-sendiri. Anda tinggal mengikuti kaidah tersebut dan tidak boleh melakukannya secara asal-asalan. Pupuk harus diberikan secara tepat sesuai dengan jenis tanaman, umur, kondisi, fase hidup, dan waktunya. Pemberian pupuk dalam jumlah yang terlalu banyak dan pada waktu yang tidak tepat justru akan merugikan tanaman itu sendiri. Maka dari itu, pengetahuan tentang proses pemupukan yang baik dan benar penting diketahui oleh para petani.

Terdapat tiga metode pemupukan yang dapat dilakukan pada tanaman melalui akarnya, diantaranya adalah:

1. Pupuk Disebarkan ke Tanah

Pupuk disebarkan secara merata di atas permukaan tanah pada saat pengolahan lahan awal atau sehari sebelum proses penanaman bibit tanaman. Setelah itu, pupuk yang sudah disebarkan tadi diinjak-injak supaya masuk ke dalam tanah. Metode ini biasanya digunakan ketika kita menanam padi, kacang-kacangan, buah-buahan yang merambat, atau tanaman lain yang mempunyai jarak tanah cukup rapat. Walaupun prosesnya sangat mudah dikerjakan, namun metode ini memiliki kerugian. Yaitu rumput akan tumbuh subur dan unsur-unsur hara tertentu akan terikat di dalam tanah.

Beberapa pertimbangan kita memilih pupuk yang disebarkan ke tanah yaitu:

  • Jarak tanam tumbuh-tumbuhan terbilang cukup rapat.
  • Tanaman memiliki sistem perakaran yang dangkal.
  • Tingkat kesuburan tanah sudah cukup baik.
  • Jumlah pupuk yang digunakan relatif banyak.
  • Pupuk mempunyai daya larut yang besar.

2. Pupuk Ditempatkan di Antara Barisan

Cara ini dilakukan dengan cara menaburkan pupuk di antara barisan atau larikan tanaman. Kemudian pupuk tersebut ditutupi dengan lapisan tanah yang tipis. Sedangkan untuk tanaman tahunan, pupuk dapat ditebarkan dengan melingkari batang pohon sampai tajuk daun. Pertimbangan pemakaian metode di antaranya sebagai berikut:

  • Jumlah pupuk yang dipakai tidak terlalu banyak.
  • Jarak tanam antar-tanaman dan antar-barisan cukup renggang.
  • Tanah mempunyai tingkat kesuburan yang rendah.
  • Tanaman memiliki perkembangan akar yang sedikit.
  • Antisipasi peningkatan unsur hara oleh tanah yang cukup besar.
  • Lahan berupa tegalan atau tanah darat.

3. Pupuk Ditempatkan di Dalam Lubang

Anda juga dapat memberikan pupuk dengan cara menempatkannya ke dalam lubang yang telah dibuat sebelumnya. Pupuk tersebut dibenamkan ke dalam lubang yang letaknya berada di samping batang tanaman kira-kira sejauh 10 cm. Setelah itu, lubang tersebut ditutup kembali dengan tanah. Sebaliknya untuk tanaman tahunan, lubang tempat pupuk dibuat melingkari batang utama dan tegak lurus dengan tajuk daun. Perbandingan menggunakan metode ini sama dengan menempatkan pupuk di antara barisan tanaman.

4. Pemupukan Melalui Daun

Daun memiliki daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan akar tanaman. Tetapi pupuk yang disemprotkan melalui daun juga banyak yang hilang akibat menguap. Sebelumnya pupuk tersebut dicampur ke dalam air dengan konsentrasi tertentu. Berikutnya masukkan cairan ini ke dalam alat semprot tanaman. Pupuk pun siap untuk digunakan. Cara mengaplikasikannya adalah menyemprotkan pupuk langsung ke arah daun tanaman.

Ada 5 hal yang harus diperhatikan jika Anda ingin memberikan pupuk ke tanaman melalui daunnya, meliputi :

  • Dalam mencampurkan pupuk dan air, Anda harus mengikuti petunjuk yang tertera di kemasan pupuk.
  • Pupuk hanya disemprotkan ke arah daun yang menghadap ke bawah karena disitulah letaknya stomata.
  • Proses pemupukan melalui daun sebaiknya tidak dilakukan pada saat kondisi cuaca sedang panas.
  • Jangan mengaplikasikan metode ini di waktu musim penghujan sebab banyak pupuk yang terbawa air.
  • Bacalah keterangan yang terlampir di wadah kemasan pupuk dengan baik lalu ikuti sesuai keterangannya.

Postingan Terakhir

Mudahnya Budidaya Kangkung Darat Secara Organik

yohanes

Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan Tubuh

yohanes

Mengetahui Ciri Biji Kakao Yang Baik

yohanes

2 comments

Anonymous 25 Januari 2019 at 10:46 am

nice info gan makasih infonya

Reply
yohanes 25 Januari 2019 at 10:48 am

siap gan 🙂

Reply

Leave a Comment