Pengetahuan Teknologi

Apa itu Mikroskop Binokuler

Mikroskop Binokuler

Apa itu Mikroskop Binokuler – Apabila Anda seorang peneliti atau orang yang bekerja di laboratorium pasti sudah akrab dengan mikroskop, benda yang satu ini memang memiliki fungsi yang cukup penting untuk mengamati dan mempelajari berbagai macam objek yang berukuran mikroskopis yang tak mampu dilihat oleh mata telanjang. Mikroskopis itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari organisme yang sangat kecil.

Varian mikroskop pada umumnya adalah mikroskop optis, mikroskop optis ini merupakan alat optic yang hanya terdiri dari satu lensa sehingga lensa itu menghasilkan gambar yang mampu diperbesar dari sebuah benda yang terletak pada bidang fokal dari lensa itu.

Berdasarkan Sumber Cahayanya Mikroskop Dibedakan Jadi 2 Mikroskop Elektron dan Cahaya

Mikroskop cahaya dibedakan laagi berdasarkan kegiatan pengamatan serta kerumitan kegiatan yang dilakukan yaitu Mikroskop Monokuler dan Mikroskop Binokuler. Mikroskop Binokuler memiliki 2 lensa yang masing – masing terdiri dari lensa okuler dan lensa objektif, sehingga pada saat digunakan untuk pengamatan kedua lensa ini dipakai oleh kedua mata yang bisa membuat efek 3 dimensi.

Baca Juga – Jual Mikroskop

Sumber cahaya yang digunakan pada mikroskop binokuler berasal dari cahaya lampu, tetapi kemampuan pada pembesarannya kurang optimal, misalkan pada lensa objektif hanya sekitar 1 hingga 2 kali dan untuk lensa okuler pembesarannya hanya sekitar 10 hingga 15 kali.

Pada Mikroskop Binokuler ini menggunakan lensa objektif dengan ukuran yang besar dikarenakan pada bagian atasnya ada system lensa yang dibuat terpisah pada posisi paralel. Mikroskop Binokuler juga ada sebuah jalur cahaya yang terpisah pada bagian kiri dan kanannya.

Kelebihan dan juga Kekurangan Mikroskop Binokuler

Pada sebuah Mikroskop Binokuler juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Mikroskop Binokuler
  • Pada Mikroskop Binokuler kita bisa melihat objek secara 3 dimensi yang akan sangat memudahkan dalam pengamatan.
  • Karena adanya lensa ganda jadi tidak diperlukan kondensor dan juga jarak kerja yang cukup panjang, juga kedalaman yang sangat memadai.

Kekurangan Mikroskop Binokuler

  • Sistem aperture numerical-nya yang terbatasi oleh adanya jalur beam atau disebut cahaya ganda. Hal tersebut harus membuat pengguna mengatur terlebih dahulu diameter objek agar terlihat lebih besar.
  • Mikroskop Binokuler butuh cahaya eksternal dari luar saat melakukan pengamatan pada fosil yang bukan dari bentuk sayatan tipis, meski sudah terdapat cahaya dari dalam mikroskop itu sendiri.

Ada 3 bagian utama dari sebuah mikroskop

  1. Tubus atas.
  2. Tubus tengah.
  3. Tubus bawah.

Tubus bagian atas adalah bagian yang terdapat pada bagian tengah yang terdiri dari :

  • Lubang pengamatan lensa okuler untuk melihat.
  • Pengaturan jarak.
  • Dioptering.
  • Sekrup pengunci tubus

Tubus bagian tengah adalah bagian yang paling tengah dan terdiri dari :

  • Lengan Mikroskop.
  • Revolver.
  • Skala aktif.
  • Lensa objektif.
  • Skala ordinat.
  • Nonius skala absis.
  • Nonius skala ordinat.
  • Pengarah skala absis.
  • Pengarah skala ordinat.
  • Diafragma.
  • Penyangga meja objek.
  • Bukaan diafragma.
  • Sekrup penjepit.
  • Pengaruh kasar.
  • Pengaruh halus.
  • Meja objek.
  • Lensa Bertrand.
  • Penjepit preparat.
  • Lebang meja

Tubus bagian bawah adalah bagian bawah yang terdiri dari :

  • Iluminator.
  • Lensa illuminator.
  • Selubung illuminator.
  • Brightness control dial.
  • Kabel mikroskop.
  • Kaki mikroskop.
  • Stacker

Langkah – Langkah Menggunakan Mikroskop Binokuler

  1. Priksalah Mikroskop sebelum memakainya. Bersihkan meja kaca dengan lap dan bersihkan juga lensa – lensanya dengan kertas khusus.
  2. Untuk objek yang transparan gunakanlah meja sediaan khusus yang berwarna putih untuk penyinaran saat sedang mengamati objek yang transparan gunakan meja sediaan yang berwarna bening dan juga gunakan sinar yang berasal dari bawah.
  3. Objek yang akan diamati dapat direndam air atau kering dengan cara menaruhnya diatas kaca objek yang ada di dalam cawan atau langsung saja ditaruh di atas meja kaca.
  4. Aturlah posisi kedua lensa hingga sesuai pada jarak antara mata.
  5. Gunakanlah kedu mata pada objek yang dilihat melalui lensa okuler. Fokuskan objek dengan cara memutar sekrup pengarah agar tampak lebih jelas.
  6. Selesai menggunakannya, segera bersihkan meja sediaan lalu simpan kembali mikroskop dalam box nya atau lemari khusus.

Pemeliharaan Mikroskop

  1. Simpanlah Mikroskop di tempat yang kering, jauh dari debu, sejuk dan yang penting bebas dari uap atau zat asam dan basa. Letakkan mikroskop pada box nya yang dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis yaitu yang dapat menyerap air, letakkan juga pada lemmari yang ada cahaya lampunya.
  2. Bersihkan bagian mikroskop non-optik dengan kain flannel, gunakan juga kuas khusus untuk membersihkan lensa kamera gunakan kuas itu untuk membersihkan lensa mikroskop.
  3. Bersihkan juga bekas sidik jari dan kotoran yang menempel pada lensa menggunakan tissue atau dengan kain lembut lainnya, dapat juga menggunakan sedikit isopropyl alcohol untuk mengelapnya.
  4. Badan Mikroskop dapat dibersihkan dengan kain lembut yang dibasahi oleh deterjen.
  5. Xilol (xylene) mampu membersihkan sisa minyak imersi pada lensa objektif. Tetapi berhati-hatilah karena xylene bisa merusak bahan dari plastik.

Postingan Terakhir

Mengenal Skala Kekerasan Batu

yohanes

Jacksen F. Tiago, Kembali Berkilaunya Sang Mutiara Hitam

yohanes

Jenis Penyu yang Harus Kita Ketahui

yohanes

Leave a Comment